GBI Ponorogo
 GEREJA YANG KUAT

Presiden Soekarno pernah berkata , “ Negara yang kuat terdiri dari masyarakat yang kuat , dan masyarakat yang kuat terdiri dari keluarga - keluarga yang kuat “ .
Untuk menjadi gereja yang kuat , Paulus memberikan saran – saran kepada Titus , anak rohaninya waktu dia tinggal di Kreta untuk melakukan 3 hal sebagai berikut : ( 3K )
1)    Keteraturan ( ayat 5 ) . Di setiap kota , hal –hal yang kurang harus diatur . Ada banyak hal yang perlu dibenahi dalam sebuah gereja , seperti perijinan gereja , struktur organisasi dan uraian pekerjaan dari para pengurus , pelaksanaan program – program yang perlu pengarahan dan sistem kontrol yang kuat.
2)    Kepenatuaan yang dewasa ( ayat 5 ) . Para penatua dan penilik jemaat perlu diusahakan untuk menjadi dewasa dengan masing – masing punya ciri – ciri sebagai berikut : 1. Tidak bercacat 2. Satu Istri  3. Anak – anaknya hidup beriman dan tidak dapat dituduh tidak senonoh dan tidak tertib / disiplin  4 .  Tidak angkuh 5 . Bukan pemberang ( cepat marah / “ quick tempered” ) 6 . Bukan peminum 7 . Bukan pemarah ( keras / “ violent “ ) 8. Tidak serakah 9 . Suka memberi tumpangan 10. Suka akan yang baik 11. Berpikiran sehat ( “ sober - minded  “ ) 12 . Adil 13. Saleh / kudus 14 . dapat menguasai diri . 15. Berpegang teguh pada ajaran Firman.
Untuk menjadi penatua – penatua yang demikian perlu proses yang harus dilalui . Pengangkatan 7 orang pelayan meja dalam Kisah Para Rasul 6 : 1 – 7 bisa menjadi contoh yang baik bagi kita . Mereka terkenal baik ( mengaplikasikan kasih ) , penuh Roh Kudus dan hikmat ( mereka menerima baptisan Roh Kudus dan karunia ) , penuh iman dan Roh Kudus seperti Stefanus . ( Dia memiliki gaya hidup sebagai seorang yang sangat cinta Firman dan berserah penuh pada tuntunan Roh Kudus dan karya-Nya) . Langkah kompromi untuk mengangkat para penatua yang tidak memenuhi persyaratan diatas  jelas – jelas bertentangan dengan kehendak Tuhan . Apalagi bila yang diangkat adalah orang – orang yang baru bertobat . I Timotius 3 : 6 memperingatkan mereka akan menjadi sombong dan terkutuk seperti iblis dahulu .
   3)  Kesaksian . Keteguhan dalam iman kepada Kristus akan membuat mereka sanggup menasehati orang dan meyakinkan para penentang injil . ( Titus 1 : 9 ) . Kesalehan tentang Kristus harus disampaikan oleh orang – orang yang penuh keberanian dalam Iman kepada – Nya kepada orang – orang yang belum diselamatkan ( I Timotius 3 : 13 ) . Kesaksian mereka bisa disampaikan dengan leluasa karena cocok dengan karakter mereka . (ada integritas / apa yang dikatakan sesuai dengan keadaan rohani mereka ) . Dan , mengingat banyak hambatan seperti orang – orang yang menentang dan gangguan roh – roh jahat , siapkah para penatua bermitra dengan pimpinan gereja ?

 Bahan Sharing :
1 . Untuk menjadi gereja yang kuat , hal – hal apakah yang perlu dibenahi ?


2 . Hal – hal apakah yang perlu dibenahi dalam keluarga dan buatlah program – program untuk menjadi  keluarga sehat yang bermanfaat bagi masyarakat  dan bangsa ?
GBI Ponorogo
Ajakan Rasul Paulus untuk berpesta tiap saat bila di pahami dan dilakukan dengan benar akan menghasilkan kehidupan yang berbahagia penuh damai dan sukacita. Ajakan tersebut di dasarkan pada kematian Kristus sebagai anak domba paskah yang telah disembelih bagi kita dan kebangkitan-Nya yang menjadikan kita hidup berpengharapan. Pesta kita tidak boleh dicemarkan dengan ragi yang lama, ragi keburukan dan kejahatan. Sebaliknya, hidup kita harus diwarnai dengan kemurnian dan kebenaran (I Korintus 5:8 - BACA BAIK-BAIK !). Hati-hati dengan berbagai jenis ragi yang bisa merusak keindahan pesta kita bersama Kristus.
Beberapa ragi tersebut adalah :
1. RAGI ORANG FARISI
Golongan Farisi adalah golongan orang yang mengajarkan firman Tuhan tetapi tidak melakukan yang di ajarkan. Inilah yang disebut dengan kemunafikan (BACA Lukas 12:1, Matius 23:1)
2. RAGI ORANG SADUKI
Golongan orang Saduki adalah golongan orang yang tidak percaya pada kebangkitan Kristus, tidak mengerti kitab suci, kuasa Allah, adanya malaikat dan doktrim-doktrim alkitab yang lain (BACA Matius 22:23-33)
3. RAGI HERODES
Ragi Herodes adalah sama dengan ragi orang Saduki, kelompok yang menekankan hal-hal duniawi. Menerima ragi Herodes akan menyebabkan gereja berbalik melawan Kristus dan firman-Nya (Markus 8:15 - BACA)
4. RAGI ORANG-ORANG KORINTUS
Pola kita mempelajari I Korintus 5:1-13, kita memahami bahwa orang-orang cabul, sombong, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk dan penipu, sekalipun mengaku sebagai saudara seiman dalam Kristus akan berpengaruh dan bisa merusak tubuh Kristus, seperti ragi yang mengkamirkan adonan. Waspadailah mereka.
5. RAGI ORANG-ORANG GALATIA
Pola kita mempelajari Galatia 5:1-9 kita memahami bahwa jemaat Galatia mengharapkan kebenaran karena melakukan hukum Taurat, bukan karena percaya Kristus. Demi kesehatan sunat secara lahiriah itu tidak salah, tetapi kalau dalam mengalami kehidupan tidak beriman kepada Kristus dan mengandalkan Roh Kudus yang membangkitkan minat dan kuasa untuk menuruti perintah Tuhan itu yang tidak boleh kita dibenarkan oleh darah Kristus dan hidup oleh anugrah-Nya (BACA Roma 5:9 dan Filipi 2:13)
BAHAN SHARING :
Ragi apa yang sering melanda umat Tuhan dewasa ini berdasarkan artikel diatas ?
GBI Ponorogo
Banyak orang pada saat ditanya apakah wujud kasih Allah terbesar yang mereka alami, jawab mereka disembuhkan dari penyakit parah, diberkati secara materi, diselamatkan dari kecelakaan, dan rencana jahat orang lain dan lain sebagainya. Namun seharusnya yang perlu kita pahami adalah kasih-Nya yang terbesar adalah pada saat
 Anak tunggal Allah dalam Yesus Kristus diberikan pada dunia (Yohanes 3:16)
 Yesus mati menggantikan kita di atas kayu salib sehingga kutuk diubah menjadi berkat (Galatia 3:13)
Apakah balasan kita terhadap kasih-Nya yang begitu besar ? Paling tidak ada 3 hal, yaitu
1. MENGAMPUNI YANG BERSALAH KEPADA KITA
Dalam perumpamaan tentang pengampunan dalam Matius 18:23-31, kita belajar untuk memahami bahwa hutang kita pada Tuhan bila dirupiahkan adalah
10.000 talenta (1 talenta = 6000 dinar)
10.000 x 6.000 = 60.000.000,-
(1 dinar = upah 1 hari kerja = Rp. 100.000)
60.000.000 dinar x 100.000,- = 6.000.000.000.000 (6 trilyun)
Hutang orang lain hanya 100 dinar
100 dinar x 100.000,- = Rp. 10.000.000,-
Jauhnya perbandingan hutang diatas membuat kita sadar bahwa kesalahan kita yang dihapuskan oleh Tuhan membuat kita harus mengampuni kesalahan orang lain yang begitu kecil.
2. MEMULIAKAN ALLAH
Karena kita sudah dibeli secara lunas dengan darah Kristus yang mahal, maka kita harus memuliakan Dia dengan TUBUH kita. Secara umum, tubuh kita dengan semua anggotanya harus di pelihara baik-baik. Gereja Advent punya program pemeliharaan tubuh dengan NEW START (Nutrition / Nutrisi, Exercise / Olah raga, Water / air, Sunlight / Sinar matahari, Temperance / pertarakan, Air / udara, Rest / Istirahat, dan Trust / Iman percaya). Mari kita praktekkan program ini untuk membantu kebugaran tubuh kita agar bisa memuliakan Tuhan. Perhatikan pernyataan keras Paulus dalam 1 Korintus 16:17 bahwa tubuh kita adalah bait Roh Kudus, dan barang siapa membinasakan bait Allah akan dibinasakan oleh Allah. Dalam 1 Korintus 6:18-20, agar kita bisa memuliakan Allah, kita tidak boleh dicemarkan oleh dosa percabulan.
3. MEMPRAKTEKKAN HIDUP KUDUS DAN SALING MENGASIHI
1 Petrus 1:15-19,22 (BACA) menasihatkan kita bahwa karena kita telah ditebus dengan darah yang mahal, bukan dengan emas dan perak, dari kehidupan yang sia-sia / tak bertujuan, maka kita harus hidup kudus dan saling mengasihi dengan tulus dan bersungguh-Bagikan pengalaman tentang kuasa pengampunan.
1. Apakah usaha kita berdasarkan penjelasan bagian 2 dari artikel di atas untuk
- menjaga kebugaran tubuh,
- menjaga diri dari percabulan,
- dan memuliakan Dia dengan anggota tubuh, khususnya lidah kita
2. Bagikan pengalaman mempraktekkan hal saling mengasihi dengan tulus dan sungguh-sungguh.
GBI Ponorogo
Maksud Gerakan Tuhan adalah apa yang Tuhan kerjakan bagi gereja dengan tujuan untuk mendewasakan umat-Nya.
Ciri-ciri yang ada dalam gerakan Tuhan adalah:
1. Pewahyuan/ Penyataan Roh Kudus. Tidak seperti ahli-ahli Taurat, Yesus mengajar dengan kuasa sehingga para pendengar takjub. ( Matius 7:28-29 ). Untuk mengerti Firman Tuhan dibutuhkan pewahyuan ( penyingkapan tabir yang terselubung / tertutup sehingga tidak dimengerti ) oleh Roh Kudus. Dalam Efesus 1 : 7-19 ( BACA BAIK-BAIK ! ), Rasul Paulus berdoa dan meminta kepada Tuhan agar yang mendengar Firman mendapat hikmat dan penyataan Roh Kudus agar mereka mengenal Dia dengan benar dan mengerti adanya pengharapan dalam Kristus dan kehebatan kuasa-Nya. Penyampaian Firman Tuhan mengakibatkan orang mengerti dan berubah.
2. Manifestasi Roh Kudus. Roh Kudus memanifestasikan/menyatakan karya-Nya dalam gereja Tuhan. Kisah-kisah dalam Alkitab dan yang kita lihat dan alami menunjukkan Kuasa Roh Kudus dalam bentuk yang bermacam-macam seperti: Baptisan Roh Kudus dengan tanda bahasa Roh, kesembuhan, mukjizat, pertolongan dan lain sebagainya. Markus 16: 17. berkata : “ Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengysir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut , mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh”.
3. Pengurapan Roh Kudus. Seperti Yesus, kita perlu pengurapan Roh Kudus sehingga ada kuasa dalam pelayanan kita. Kisah Para Rasul 10:38 berkata : “ Yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai iblis, sebab Allah menyertai Dia “.
4. Dimulai dengan orang-orang yang berkenan pada Tuhan.
Tuhan Bisa dan sering bergerak melalui orang-orang yang dianggap kecil dan diremehkan. 1 Korintus 1:26-27 berbicara tentang orang-orang yang tidak bijak, tidak berpengaruh, bodoh ,lemah, tetapi dipakai Tuhan. ( BACA ! ).
5. Praktek dalam kehidupan. Respon terhadap Firman dalam bentuk gaya hidup rohani, akan menjadikan iman menjadi kenyataan. Yosua 1: 8 berkata : “ Janganlah enkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis disalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung”.
Pengajaran, pelatihan dalam komsel dan pengaktifan jemaat dalam kegiatan-kegiatan rohani akan menghasilkan jemaat yang berkualitas dan berkembang secara kwantitas
BAHAN SHARING:
1. Apakah yang kita harapkan dan kita lakukan dalam mengikuti gerakan Tuhan untuk gereja-Nya berdasarkan artikel diatas?
2. Bahaslah kendala-kendala yang ada dalam menanggapi gerakan Roh Kudus dalam gereja Tuhan dewasa ini dan temukan jalan keluarnya.
GBI Ponorogo
I. PENDAHULUAN :
Kebangkitan Kristus sangat berdampak bagi orang percaya, baik untuk kehidupan masa kini maupun untuk kehidupan di masa yang akan datang, bahkan kebangkitan Kristus itu membuktikan bahwa Kristus adalah Allah yang berkuasa dan membuat kita berharap kepada Kristus untuk mengatasi masalah-masalah hidup sampai kita masuk dalam kehidupan yang kekal.
II.ARTI KEBANGKITAN KRISTUS BAGI ORANG PERCAYA
1. IMAN KITA BERMANFAAT
Ayat 17  “ Jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu, dan kamu masih hidup dalam dosamu.
2. KITA TIDAK LAGI HIDUP DALAM DOSA
Roma 5:9 berkata “ Lebih-lebih karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah. 3. KITA BERPENGHARAPAN UNTUK MENGATASI MASALAH-MASALAH HIDUP DI MASA KINI DAN DI MASA YANG AKAN DATANG
Dialah sumber penyelesaian masalah kita di masa kini. Dialah yang akan membangkitkan kita pada waktu kedatangan-Nya dan mengangkat kita untuk selama-lamanya hidup bersama Dia (I Tesalonika 4:16-17)
III. BAHAN SHARING :
1. Pengharapan apakah yang kita miliki untuk menyelesaikan masalah kita pada masa kini. Sharingkan
2. Apakah yang akan terjadi pada saat Yesus datang kembali bagi orang yang mati dan hidup didalam Dia ?
GBI Ponorogo
Semua orang tua pasti merindukan anak-anak mereka bertumbuh seperti Yesus. Lukas 2:40 mencatat bahwa Dia bertumbuh besar dan menjadi kuat dalam roh, penuh hikmat dan kasih karunia Allah ada pada-Nya. Hasilnya, Dia dikasihi oleh Allah dan manusia seperti yang tercatat dalam Lukas 2: 52.
Namun kenyataan yang sering kita lihat dan alami adalah sebaliknya. Banyak anak-anak yang lemah, penuh ketakutan, menjadi pembuat keonaran di sekolah dan tidak memiliki keharmonisan dalam keluarga mereka dan menjadi korban ganasnya kehidupan. Sebut saja berbagai kejadian yang terjadi belakangan ini : pelecehan seksual di J.I.S, dan Suka bumi; anak yang mati karena melompat dari gedung bertingkat karena pengaruh film “ Spider Man “ dan anak SD yang mati setelah di aniaya oleh kakak-kakak kelasnya di Makasar.
Bila kita menyelidik kitab Lukas 2: 41-52, kita mendapatkan solusi bagi persoalan yang ada bila 3 hal dibawah ini diterapkan ( 3 P )=
P.1. ( Pendidikan ). Pada zaman Yesus, sebelum seorang masuk sekolah pada usia 6/7 tahun, orang tua mereka mengajar mereka pengakuan iman Yahudi ( Ulangan 6: 4-5 ), menghafal beberapa ayat dari kitab Taurat, Amsal dan ayat-ayat pilihan dari kitab Mazmur. Selanjutnya, di sekolah dia belajar dari guru-gurunya dengan menghafal kalimat-kalimat Taurat. Dengan menghadap mimbar rendah dan murid-murid yang duduk melingkar, seorang guru mengajar 25 anak dan bila jumlah bertambah menjadi 40 anak ada 1 guru pendamping yang membantu-nya.
Dengan latar pendidikan seperti itulah Yesus bertumbuh sehingga pada saat berusia 12 tahun, kedua orang tua-Nya menemukan Yesus duduk diantara para alim ulama bersoal jawab tentang Firman. Dalam kitab Ulangan 6:1-9, Tuhan memerintahkan untuk secara berulang-ulang mengajarkan Firman Tuhan kepada anak-anak kita pada waktu duduk, dalam perjalanan, waktu berbaring dan bangun. Sudahkah para orang tua belajar Firman Tuhan dan mengajarkan pada anak-anak mereka dalam acara-acarayang tidak formal?
P. 2 ( Perhatian ). Pada waktu Yusuf dan Maria kehilangan Yesus setelah merayakan paskah di Yerusalem, mereka mencari-Nya di Nazaret sepanjang hari diantara sanak saudara dan kembali ke Yerusalem yang di tempuh selama 3 hari perjalanan. Sejauh manakah perhatian kita pada anak-anak kita?
P. 3 ( Pengasuhan ). Sepulang dari Yerusalem, Yesus tetap ada dalam asuhan Yusuf dan Maria sebagai orang tua-Nya. Berbicara tentang pengasuhan, peran kepala keluarga ( Pria/ Laki-laki ) sangatlah besar. Seorang kepala keluarga berperan sebagai:
 Imam. Sebagai imam, seorang bapak berhubungan dengan Tuhan sebagai wakil dari keluarga-nya. Jadi, setiap bapak wajib selalu mendoakan anak-anak-nya sendiri. Ayub 1: 5 - Baca!
 Nabi. Sebagai Nabi, seorang bapak berhubungan dengan keluarganya sebagai wakil yang berbicara untuk Tuhan. Efesus 6: 4 Baca!  Raja.
Sebagai Raja, seorang bapak tugasnya adalah untuk mengatur dan memerintah keluarga-nya atas nama Tuhan BUKAN ISTRI. 1 Timotius 3: 4-5 - Baca!
BAHAN SHARING:
Perhatikan keadaan anak-anak disekeliling kita yang memprihatinkan dan carilah solusi berdasarkan artikel diatas.
GBI Ponorogo
Mazmur 103:2 berkata “ Pujilah Tuhan, hai jiwaku, dan Janganlah melupakan semua kebaikan-Nya ! ” Dalam kenyataan hidup, sering kali yang terjadi adalah sebaliknya, kita melupakan kebaikan-Nya dan jiwa kita tidak memuji Tuhan. Berdasarkan Mazmur 103 ini, jelas sekali diungkapkan ole Raja Daud kebaikan-kebaikan-Nya, yaitu :
1. PENGAMPUNAN-NYA (ayat 3)
I Korintus 6:20 berkata “ Kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar, karena itu muliakanlah Allah dengan tubuh dan rohmu. Bukan dengan emas dan perak kita dibeli tetapi dengan darah Kristus yang mahal ( I Petrus 1:18-19)
2. PENYEMBUHAN-NYA (ayat 3)
Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah disembuhkan (I Petrus 2:24)
3. PENEBUSAN-NYA (ayat 4)
Kita ditebus oleh darah-Nya dan di mahkotai dengan kasih setia dan belas kasihan
4. PEMUASAN-NYA (ayat 5)
Kita dipuaskan dengan hal-hal yang baik. Dalam pengalaman hidup, ada banyak hal lain yang mungkin kita alami bersama Tuhan. Karena semua kebaikan Tuhan, marilah kita sadari bahwa Dialah sumber pertolongan kita. Jangan pernah melupakan Dia Tuhan dan terus kita naikkan pujian dengan segenap batin kita (ayat 1,2,20,21,22 - BACA !) Mari kita isi hari-hari kita dengan pujian dan syukur kepada Yesus Tuhan Juru Selamat kita seperti Raja Daud yang dalam sehari memuji-muji Tuhan tujuh kali (Mazmur 119:164)
BAHAN SHARING :
1. Bagikan pengalaman kita masing-masing tentang kebaikan Tuhan. 2. Sejauh mana kita menaikkan pujian kepada Tuhan tiap-tiap hari ?