GBI Ponorogo
“ NATO, NO ACTION TALK ONLY ”

Nato seringkali dipakai sebagai singkatan No Action Talk Only (bicara tanpa tindakan) di kalangan umat kristiani. Di kalangan orang jawa ada istilah “ gajah diblangkoni ”, iso kojah ora iso nglakoni atau “ ketek momong mlompat kali ” yang artinya iso ngomong ora di lakoni.
Berbicara tentang kasih, I Yohanes 3:16-18 menjelaskan bahwa sebagai orang kristen harus memperhatikan 3 hal penting

1.    Mengasihi sampai tingkat menyerahkan nyawa di dasarkan pada pengorbanan Yesus diatas kayu salib bagi kita orang berdosa.
2.    Mengasihi dalam tindakan bisa diawali dengan pemberian harta yang kita punya kepada yang berkekurangan.
3.    Mengasihi bukan hanya dalam perbuatan tapi juga dalam kebenaran.
     (I Korintus 13:4-7) memberikan definisi yang jelas tentang kasih yang perlu kita pahami secara jeli. Berkaitan dengan perbuatan membagi-bagikan harta, hal itu tidak berfaedah tanpa kasih. Maksudnya adalah pemberian yang di lakukan tanpa diembel-embeli keangkuhan, ketidak sopanan dan motivasi yang tidak baik (I Korintus 13:4)

BAHAN SHARING :

1.    Bagaimanakah cara Anda tetap mengingat, dan menghayati karya Agung Yesus di atas kayu salib di tengah semakin dinginnya kasih kebanyakan orang ?
2.    Berikanlah contoh-contoh tentang kasih yang dilakukan tanpa kebenaran.
GBI Ponorogo

“ SOBAT KRISTUS YANG DIBERKATI ”

Menjadi sobat Kristus Tuhan tidak bergantung pada kesukaan kita dalam menaikkan pujian tentang persahabatan antara manusia dan Dia atau kerinduan kita untuk menjadi sahabat-Nya. Sebab, Yesus sendiri berkata kita tidak lagi dianggap sebagai hamba tetapi sahabat asalkan perintahnya kita taati. Perintah-Nya adalah supaya kita  saling mengasihi seperti Dia mengasihi kita dan merelakan diri-Nya untuk mati di atas salib bagi dosa – dosa kita (Yohanes  15 : 9 – 17 )
Untuk bisa saling mengasihi, Filipi 2 : 1 – 4, mengajarkan kepada kita untuk memperhatikan 3 hal sebagai berikut :

1.    Memiliki Sikap positif dalam berkomunikasi
Sebagai orang Kristen kita harus menyadari adanya hal – hal positif yang harus dilakukan dan dialami. Hal – hal tersebut adalah untuk memberikan nasihat pada sesama, memberikan penghiburan kasih, bersekutu dengan Roh Kudus, berbelas kasihan dan meningkatkan hubungan sampai ada kasih mesra.
2.    Memiliki Kesatuaan dan Tujuan
3.    Memiliki sikap menentang  hal – hal negatif, yaitu ambisi pribadi, mencari puji – pijian yang sia – sia ( sebab hanya Tuhan yang layak dipuji ), mengganggap orang lain tidak lebih baik dan mencari kepentingan sendiri
Bila sikap saling mengasihi di antara kita ada sehingga terjadi kerukunan, maka 4 hal bisa kita peroleh :

1.    Sukacita Yesus ada dalam diri kita dan menjadi penuh
2.    Suara Bapa Surgawi akan kita dengar, karena kita sahabat-Nya
3.    Buah – buah kehidupan bermunculan karena kita di pilih dan ditentukan untuk itu
4.    Jawaban dari doa permintaan kita dapatkan


Bahan Sharing :

1.    Peragakan dalam kelompok kecil seni komunikasi seperti yang diajarkan

2.    Seirama dengan meningkatnya kemajuan gereja kita, apa yang harus kita lakukan agar hubungan diantara anggota semakin akrab dan tentukan secara konkrit program untuk mempercantik gereja kita

GBI Ponorogo

“ KEPUASAN DAN KEKUATAN, DAMPAK DARI KERJASAMA YANG BAIK.”

Adalah suatu hal yang wajar, bila seorang anggota jemaat gereja mendapatkan pelayanan yang baik dan memuaskan. Di lain pihak, para pemimpin gereja dalam pelayanan mereka, disertai Tuhan dan tetap kuat dalam menanggung beban yang ada. Namun, kenyataan yang kita lihat adalah ketidak puasan di antara anggota jemaat dan para pemimpin menjadi kendor semangat mereka dan kelemahan pun terjadi.
Untuk mengantisipasi problem ini, nasihat Jitro kepada Musa, menantunya, perlu kita simak dengan baik.

* SIKAP PEMIMPIN DALAM PELAYANAN.
  Jitro menasihati Musa untuk melakukan 3 hal penting sebagai berikut :

1.      Pemimpin mewakili yang dipimpinnya dengan menghadapkan semua persoalan mereka dalam doa (ayat 19)
2.      Pemimpin mengajarkan firman kepada yang di pimpinnya (ayat 20)
3.      Menyeleksi orang-orang yang punya kriteria sebagai berikut :

a.      Memiliki Kecakapan

“ The right man on the right place ” / orang yang tepat pada kedudukan yang tepat, demikianlah kata pepatah. Perlu di cari, orang berbakat, punya karunia dan minat yang sesuai dengan kedudukkannya.

b.     Memiliki Sikap Takut Akan Tuhan

Amsal Solaiman 8:13 memberikan definisi tentang orang yang takut akan Tuhan sebagai orang yang

- benci kepada kejahatan
- benci kepada kesombongan dan keangkuhan
- benci kepada tingkah laku yang jahat
- benci kepada mulut yang jahat dan suka menentang (PERVERSE MOUTH)

c.      Memiliki Iman Yang Sejati (Men Of Truth)

Orang yang kokoh imannya akan teruji lewat berbagai persoalan dan tak tergoyahkan. Sekali memegang Yesus sebagai Tuhan tak akan melepaskannya.

d.     Membenci Ketamakan (Hating Covetousness)

Ketamakan pada uang menjadi kendala yang amat besar dalam tim pelayanan. Perlu disimak bahwa orang yang tidak tamak mempercayai pemeliharaan Tuhan dan menghargai hari ke 7 / advent sebagai hari yang di kuduskan dan di berkati oleh-Nya. Mereka berhenti bekerja (Keluaran 20:5-11). Mereka yang tidak serakah akan menyadari andil Tuhan dalam pekerjaan mereka dan mengembalikan persepuluhan sebagai milik-Nya (Matius 23:23, Maleakhi 3:10). Dengan demikian, mereka mendapatkan jaminan untuk di berkati dengan cara menguji Dia sebagai sumber berkat itu.

Bila terjadi kerjasama yang baik antara pemimpin senior dan pemimpin pendamping (perkara-perkara kecil diurusi pemimpin pendamping dan yang besar diurusi pemimpin senior), hasilnya adalah kepuasan dan kekuatan yang kita rindukan bersama.

BAHAN SHARING :

1.      Bagaimana mengaplikasikan nasihat Jitro kepada pemimpin dalam keluarga, komsel dan gereja ?
2.      Usaha apakah yang perlu kita lakukan untuk mendapatkan orang terpilih dan menjadi orang terpilih dengan kriteria yang ditentukan ?

     Sasaran : …………………………………………………………………………………………………..
GBI Ponorogo

“ KOMUNITAS YANG SEHAT DAN KUAT ”

Untuk menghasilkan sebuah komunitas kristen yang penuh kasih, di butuhkan kuasa Allah dan usaha keras kita. Dalam Efesus 4:3, Rasul Paulus menulis “ Kamu di persatukan dengan damai sejahtera melalui Roh, karena itu lakukanlah segala upaya untuk tetap bersama seperti ini ” (Efesus 4:3 terjemahan NCV / New Century Version). Jadi di butuhkan kuasa Roh Kudus di satu pihak dan di pihak lain kita menentukan pilihan dan komitmen (janji yang harus kita lakukan).
Namun, kenyataan yang ada membuktikan banyaknya konflik dalam keluarga, komsel, gereja, dan persekutuan.
Jadi untuk membentuk sebuah komunitas yang sehat dan kuat, di butuhkan

1.      KEJUJURAN / KETERBUKAAN (SIKAP JUJUR & TERBUKA )

Rasa takut akan timbulnya konflik menyebabkan kita tidak berani menyatukan kebenaran. Padahal Alkitab menasihatkan dalam Efesus 4:25, “ Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.” Namun, menyatakan kebenaran tidak sama dengan kekerasan (Galatia 6:1 dan I Timotius 5:1-2)

2.      KERENDAHAN HATI ( SIKAP RENDAH HATI )

I Petrus 5:5 memberikan nasihat kepada kita untuk merendahkan diri satu sama lain. Ibrani 10:25 menasihatkan kepada kita untuk terbuka bagi koreksi dan sikap untuk peduli terhadap kekurangan orang lain.

3.      PEMAHAMAN TENTANG AKAR MASALAH

Untuk orang-orang yang sulit, perlu di pahami sejarah masa lalunya, kepahitan yang ada dan carikan solusinya (Ibrani 12:14-15).

4.      SIKAP DAPAT MEMEGANG RAHASIA ( SIKAP DAPAT DI PERCAYA )

Amsal Solaiman 16:28 berkata dalam terjemahan TEV / Today’s English Version “ Gosip di sebarkan oleh orang-orang jahat ; mereka menimbulkan kesulitan dan menceraikan sahabat karib.

5.      PERTEMUAN YANG LEBIH SERING

Ibrani 10:25 menjelaskan pentingnya meningkatkan pertemuan contoh konkrit bisa di lihat dalam kehidupan rasul-rasul yang mula-mula. Mereka setiap hari berkumpul di bait Allah (Kisah Para Rasul 2:46)

BAHAN SHARING :

1.      Bagikan pengalaman mengenai peranan Roh Kudus dalam usaha untuk mencapai kerukunan (doakan bagi yang belum menerima baptisan Roh Kudus)
2.      Bagikan pengalaman tentang ketidak berhasilan dan kesukaran kita dalam mengaplikasikan
- Kejujuran
- Kerendahan hati
- Pemahaman akan akar masalah
- Sikap memegang rahasia
- Peningkatan frekwensi pertemuan
3.      Rencanakan secara kreatif pertemuan-pertemuan untuk mencapai kerukunan dalam keluarga dan komsel.
GBI Ponorogo
“ PEWARIS KERAJAAN SURGA ”

Betapa pentingnya harta warisan, bisa di lihat dalam keluarga saya. Sebelum kedua orang tua saya wafat, surat wasiat dan surat pembagian warisan yang disahkan oleh notaris sudah dibuat untuk menghindarkan konflik yang mungkin bisa terjadi.
Beberapa waktu setelah kedua orang tua wafat, harta warisan di bagi sesuai dengan ketentuan yang ada, tanpa ada konflik dan bermanfaat bagi yang membutuhkannya.
Seperti pentingnya harta warisan dunia, perlu di pahami bahwa sebagai orang kristen, kita memiliki harta warisan yang jauh lebih berharga, yaitu kehidupan kekal yang dijanjikan-Nya ( Yohanes 3 : 16 ).
Untuk mendapatkan-Nya, Yesus menjelaskan bahwa orang-orang seperti anak kecillah yang punya hak ( Yohanes 19 : 13 - 15 ). Untuk memahami maksud-Nya, tentunya kita perlu memiliki sikap-sikap baik yang dimiliki oleh seorang anak kecil seperti

1.      Memiliki Kepercayaan.

Seorang anak kecil percaya kepada apa yang dikatakan oleh orang tuanya. (Ingat ilustrasi klasik seorang akrobator yang berjalan di atas tali sambil memanggul anak kandungnya). Sebagai orang kristen yang punya Tuhan sebagai Bapa, seharusnya mempercayai firman yang di ucapkan-Nya dan berjalan sesuai dengan iman-Nya

2.      Memiliki Kejujuran.

Seorang anak mengatakan apa yang didengar dan dilihat sesuai dengan kenyataan yang ada. Pentingnya sebuah kejujuran bisa di pahami dari kisah Ananias-Safira. Mereka berdua mati secara tragis karena berkompromi dalam mengambil sebagian dari hasil penjualan penjualan tanah yang di serahkan pada Tuhan ( Kisah Para Rasul 5 : 1 - 11 )

3.      Memiliki Sikap Spontan.

Pada waktu seorang anak dalam masalah, dia menyampaikan kepada orang tuanya. Dalam keadaan kuatir, Tuhan adalah alamat yang tepat bagi kita ( I Petrus 5 : 7 ; Filipi 4 : 6 )

4.      Memiliki Sikap Suka Bertanya.

Pada waktu seseorang menginjak dewasa dan memiliki pengetahuan yang berkembang dan berbagai pengalaman, sikapnya yang rendah hati menjadi arogan, seperti suka berbantah-bantah, tidak mau kalah, merasa lebih dari pada yang lain, menggurui dalam pembicaraan dan lain sebagainya.

5.      Memiliki Sikap Ingin Berdamai.

Perselisihan yang terjadi pada sesama anak kecil tidak akan bertahan. Mereka
GBI Ponorogo

“ SUKSES BEKERJA CARA ALKITAB ”

Banyak cara digunakan seorang pengusaha untuk membuat usahanya berhasil, misalnya dengan cara mempublikasikan dan mempromosikannya, memberikan discount dan memberikan pelayanan yang memuaskan dan lain-lain.
Cara-cara diatas boleh-boleh saja, namun Alkitab secara mendetail sebenarnya sudah menunjukkan cara ajaib yang bisa diterapkan, asalkan kita memahami dan mempercayaiNya.
Berdasarkan Matius 6:33, kita di minta untuk mencari dahulu kerajaan Allah dan kebenaran (hukum-hukum)-Nya. Sebagai ciptaan paling mulia, kekuatiran harus disingkirkan dahulu dan mentaati apa yang di perintahkanNya.
Untuk menjelaskan ayat diatas, diagram dibawah ini diharapkan bisa memberikan penjelasan yang mudah
                                                                 Matius 6:33
                                                                 Cari dulu

                                                            (I) Kerajaan Allah
                                                          (Roma 14:17)
Kebenaran Yesus (Yohanes 14:6)      Damai dan sukacita dalam Roh Kudus
                                                              (Galatia 5:22)
                                                              Rumus damai sejahtera ( Filipi 4:4-9)
                                                                                Kejar 4 B

1.      Bersukacita selalu
2.      Berbagi kasih
3.      Berdoa
4.      Berpikiran positip

                                                         (II) Kebenaran (hukum-hukum)-Nya.
                                                                         
1.      Hukum memberi (Amsal 19:17)
2.      Hukum pelayanan (Yohanes 4:34)
3.      Hukum doa (Matius 7:7,Matius 18:19)
4.      Hukum kerja keras (Pengkhotbah 9:10)
5.      Hukum persepuluhan (Maleakhi 3:10)     

Sebagian kebenaran diatas sudah di terapkan dalam kehidupan bapak Hendrianto, penguasa valas yang perlu kita teladani. Dia menekankan, faktor keterlibatan Tuhan sebagai sumber berkat (Roma 11:36), kerja keras (Kejadian 2:15), kejujuran, penundukan diri terhadap otoritas dan kepedulian terhadap orang lain menjadi pendukung bagi kesuksesannya sebagai pengusaha yang sebelumnya hidup dalam kemiskinan.
Jelas sudah, keharmonisan hubungan dengan Tuhan dan sesama merupakan faktor penentu yang menjamin suksesnya seseorang dalam bekerja.


BAHAN SHARING :

1.      Setelah menerima Yesus sebagai Tuhan dan mengejar hal-hal rohani (4 B) terlebih dahulu, orang-orang yang bekerja dibuat menjadi berhasil. Bagaimana mengaplikasikan prinsip 4 B dalam kehidupan kita ?
2.      Apa yang kita bisa pelajari dari kisah-kisah dalam sejarah Edgewater-Chicago tahun 1913 - 1948 dan kesaksian bapak Ev. Hendrianto ?
                            
GBI Ponorogo
“ SUKSES BEKERJA CARA ALKITAB ”

Banyak cara digunakan seorang pengusaha untuk membuat usahanya berhasil, misalnya dengan cara mempublikasikan dan mempromosikannya, memberikan discount dan memberikan pelayanan yang memuaskan dan lain-lain.
Cara-cara diatas boleh-boleh saja, namun Alkitab secara mendetail sebenarnya sudah menunjukkan cara ajaib yang bisa diterapkan, asalkan kita memahami dan mempercayaiNya.
Berdasarkan Matius 6:33, kita di minta untuk mencari dahulu kerajaan Allah dan kebenaran (hukum-hukum)-Nya. Sebagai ciptaan paling mulia, kekuatiran harus disingkirkan dahulu dan mentaati apa yang di perintahkanNya.
Untuk menjelaskan ayat diatas, diagram dibawah ini diharapkan bisa memberikan penjelasan yang mudah
                                                                 Matius 6:33
                                                                 Cari dulu

                                                            (I) Kerajaan Allah
                                                          (Roma 14:17)
Kebenaran Yesus (Yohanes 14:6)      Damai dan sukacita dalam Roh Kudus
                                                              (Galatia 5:22)
                                                              Rumus damai sejahtera ( Filipi 4:4-9)
                                                                                Kejar 4 B

1.      Bersukacita selalu
2.      Berbagi kasih
3.      Berdoa
4.      Berpikiran positip

                                                         (II) Kebenaran (hukum-hukum)-Nya.