GBI Ponorogo
A. ARTI KATA MERDEKA Merdeka = Bebas. Bebas dari tekanan, tindasan, perbudakan, penjajahan,tidak terikat / tergantung pada suatu yang lain. Yohanes 8:36 berkata “ Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka. “ Benar-benar merdeka “ memiliki pengertian : dibebaskan dari belenggu dosa dan mengalami kehidupan baru. B. CIRI-CIRI ORANG YANG DIMERDEKAKAN Berdasarkan I Yohanes 3:11-18 ada beberapa hal yang perlu kita pelajari / cirri-ciri orang yang dimerdekakan adalah sebagai berikut: 1. Saling mengasihi. -> ayat 11 Mengasihi sesama adalah bagian dari melakukan hukum Allah. Anak-anak Tuhan dituntut untuk mengasihi semua orang termasuk orang-orang yang memusuhi kita. Matius 5:44 berkata : Aku berkata kepadamu “kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” 2. Tidak melakukan yang jahat. -> ayat 12 Karena iri hati/ sakit hati terjadilah pembunuhan seperti yang dilakukan Kain terhadap adiknya Habel. 3. Tidak serupa dengan dunia. -> ayat 13 Kita sudah dipilih Allah untuk tidak menjadi serupa dengan dunia ini. Menyelaraskan pikiran kita dengan Allah yaitu membenci yang jahat dan mengasihi yang benar. 4. Dibebaskan dari maut. -> ayat 14 “ Kita tahu, bahwa kita sudah bepindah dari dalam maut kedalam hidup ”. 5. Hidup dalam pengampunan. -> ayat 15 Kita harus mengampuni orang yang bersalah kepada kita, karena Tuhan juga sudah mengampuni kesalahan/dosa- dosa kita. Kolose 3:13. 6. Rela berkorban. -> ayat 16-17 Suka menolong orang yang memerlukan bantuan, baik materiil maupun moril 7. Hidup dalam kebenaran dan dipimpin oleh Roh Kudus. -> ayat 18. “ Semua orang yang dipimpin oleh Roh Allah adalah anak Allah “ C. BAHAN SHARING Dari artikel diatas poin manakah yang menunjukkan bahwa ternyata anda belum mengalami kemerdekaan didalam Kristus?
GBI Ponorogo
A. Bangsa kita saat ini sedang mengalami bencana nasional. Banjir melanda diberbagai daerah, terjadi gempa bumi dimana-mana, gunung meletus, tsunami, banjir bandang, angin topan, dan lain sebagainya. Bencana alam yang melanda bangsa kita saat ini, itu merupakan, tanda – tanda kedatangan Tuhan yang sudah digenapi. Matius 24:3-14, 37-44. B. Berdasarkan 1 Petrus 4:7-11, ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh orang percaya menjelang kedatangan Tuhan. 1. MENGUASAI DIRI DAN TETAP TENANG (ayat 7) Kesudahan segala sesuatu sudah dekat, Kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa 2. BERDOA DENGAN TEKUN. Didalam doa ada kuasa dan mukjizat Tuhan. Matius 7:7 berkata; “ mintalah, maka akan diberikan kepadamu. Carilah, maka kamu akan mendapat, ketoklah, maka pintu dibukakan. 3. SALING MENGASIHI (ayat 8) Ditengah kesulitan, manusia condong egois. Tuhan menghendaki kita saling mengasihi dengan kasih yang tulus ikhlas, dan dengan segenap hati ( 1 Petrus 1: 22 ) 4. Memberikan tumpangan dan bersikap ramah terhadap mereka yang membutuhkan pertolongan (ayat 9) 5. Melayani sesama sesuai dengan karunia dan kekuatan yang diberikan Tuhan (ayat 10) C. BAHAN SHARING : 1. Sejauh manakah persiapan Anda untuk menyongsong kedatangan Tuhan ? 2. Pelayanan apakah yang Anda lakukan saat ini ? Sharingkan !
GBI Ponorogo
Ketiga kitab injil yang pertama, yaitu Matius, Markus, dan Lukas, saling menyerupai dalam banyak hal. Tetapi kitab Injil yang ke empat, yaitu Yohanes, lain sekali sifatnya. Jika ketiga kitab Injil yang pertama melaporkan peristiwa-peristiwa, maka kitab Injil Yohanes sering memberikan pula latar belakang, arti , dan kaitan dari peristiwa-peristiwa itu. Sifat inipun tampak dalam kesaksian Yohanes tentang kebangkitan Tuhan Yesus. Kitab Injil Yohaneslah yang paling utuh menceritakan latar belakang, arti dan kaitan peristiwa kebangkitan Yesus. Pemberitahuan Yesus tentang penderitaan dan kebangkitanNya dicatat oleh semua kitab Injil. Tetapi kitab Injil Yohanes mencatat pula makna bahwa penderitaan dan kebangkitan itu akan menjadi suatu tindakan terpadu dari Allah untuk meninggikan dan mempermuliakan Yesus ( lihat Yohanes 12: 20-36 dan 17 : 1-26 ). Kemudian Yohanes pun memberi penjelasan tentang apa tujuan segala kesaksiannya. Katanya, “ supaya kamu percaya bahwa Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu menperolah hidup dalam namaNya ( Yohanes 20:31 ). Kata hidup dalam kalimat tadi bukan muncul dengan tiba-tiba. Kata hidup adalah salah satu kata kunci kitab Injil Yohanes. Sudah dalam pasalnya yang pertama, Yohanes menampilkan peranan kata hidup : Yesus adalah hidup yang sejati dan melalui perjumpaan dengan Dia, manusia beroleh hidup itu. Lalu disepanjang kitab Injilnya ia mengemukakan paham tentang hidup Seperti garis tidak terputus. Kalau kitab Injil Yohanes kit abaca seluruhnya, akan tampaklah betapa banyak kata hidup digunakan di dalamnya. Yang sangat menonjol adalah kata-kata Yesus, “ akulah kebangkitan dan hidup….” dan “ Akulah jalan dan kebenaran dan hidup…..” Dan kitab Injil ini mencatat ucapan Yesus mencatat ucapan Yesus. “ Aku hidup dan kamu pun akan hidup “, maka Ia mengkaitkannya dengan apa yang terjadi pada peristiwa Paskah ( bandingkan pasal 14:15-20 dengan pasal 20:19-23 ). Hidup yang di dalamnya manusia beroleh bagian itu, menurut kitab Injil ini, bukanlah perkara masa depan, melainkan sejak sekarang ini sudah menjadi kenyataan. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Karena Yesus dibangkitkan dan hidup. Kebangkitan Yesus adalah dasar yang menjadikan kita percaya bahwa hidup sejati dalam kristus sudah bisa diperoleh. Dengan kebangkitanNya, ucapan Yesus bahwa Ia adalah jalan, kebenaran dan hidup, menjadi sah dan berlaku. Disinilah letak kedalaman makna Paskah menurut kitab Injil Yohanes. Dengan kebangkitanNya, Yesus ditinggikan dan dipermuliakan Allah untuk menunjukkan diri sebagai “ Hidup”. Kebangkitan menjadikan Yesus bukan hanya hidup, melainkan juga menjadikan Dia berwenang untuk memberi hidup. BAHAN SHARING: 1. Berkat apakah yang kita peroleh dari kesaksian bapak Yoshua Muhammad Yasin ? 2. Doa sama-sama aja deh !!!!
GBI Ponorogo
Dengan kemajuan tehnologi yang pesat, kita bersyukur bahwa perubahan terjadi di mana-mana : suhu yang tinggi menjadi rendah sehingga ruangan menjadi sejuk dengan adanya a.c ; pengiriman surat yang makan waktu berhari-hari menjadi sangat cepat melalui e-mail dengan adanya alat yang namanya computer dan lain-lain. Demikian pula, Alkitab mencatat perubahan terjadi pada saat ada orang-orang yang siap menjadi alat Tuhan. Seorang anak kecil yang merelakan bekalnya berupa 5 ketul roti dan 2 ekor ikan untuk diserahkan pada Tuhan Yesus sehingga krisis pangan di ubah menjadi kelimpahan. Pada krisis minuman anggur pada pesta perkawinan di Kana, para pelayan menjadi alat perubahan untuk menjadikan air dalam tempayan menjadi anggur. Kalau kita melihat kehidupan Maria, kita bisa belajar sikap-sikapnya yang baik dan memperkenankan Tuhan, sehingga dia di pakai menjadi alat perubahan yang dahsyat. Paling tidak ada 4 hal yang kita perlu teladani dari Maria : 1. TEGAR TINGGAL DALAM LINGKUNGAN ORANG-ORANG YANG SUKAR Dalam Yohanes 11:1-41 kita bisa mempelajari sifat-sifat orang di sekitarnya : Ketakutan traumatis yang dimiliki murid-murid Yesus, keputusasaan yang dimiliki Tomas, sikap membatasi kuasa Allah yang dimiliki murid-murid Yesus, komentar-komentar negatif orang-orang Yahudi sebagai pengamat, dan sikap Marta, adiknya yang menggunakan rasionya, sok tahu dan suka mencela. 2. TENANG DALAM MENGHADAPI KRITIK Pada waktu menerima Yesus di rumahnya, di kampung Betania, Marta mencela-Nya dengan mengatakan “ Guru Engkau membiarkan aku melayani seorang diri. Suruhlah dia membantu aku ” (Lukas 10:7). Pada waktu dia mempersembahkan minyak wangi untuk Yesus Tuhannya, Yudas mencela dia dengan mengatakan bahwa yang dilakukan adalah pemborosan (Yohanes 12:3-6). Padahal, Yudas menunjukkan kemunafikannya. Sebagai bendahara, sesungguhnya dia tidak peduli pada orang-orang miskin tetapi dia suka mencuri uang dari kas yang di pegangnya. 3. RENDAH HATI Berbeda dengan Maria, waktu memberi pernyataan yang sama bahwa saudaranya tidak akan mati kalau Yesus ada waktu itu, dia tersungkur menyembah dan menangis, tangisannya berdampak luar biasa karena membuat Yesus masgul dan melelehkan air mata juga. Dalam kisah yang lain, dia menciumi kaki Yesus, menuangkan minyak yang mahal ke kakiNya dan membersihkan-Nya dengan rambut sebagai mahkota wanita. 4. RELA BERKORBAN Minyak yang ditaksir harganya 300 dinar (1 dinar upah sehari kerja), sekitar Rp. 30.000.000,- pada masa kini di Indonesia, di tuangkan ke kaki Sang Guru. Masihkah kita hitung-hitungan dengan keuangan kita dalam melayani Tuhan dan pekerjaan-Nya ? BAHAN SHARING : 1. Bandingkan sikap Maria dan Marta dalam kisah kebangkitan Lazarus. 2. Berkaca pada kerendahan hati Maria dan kesukaannya berkorban, apakah yang bisa kita lakukan agar di pakai oleh Tuhan sebagai alat perubahan ?
GBI Ponorogo
Kisah perumpamaan anak yang hilang yang tercatat dalam Firman Tuhan ini, memberikan pengertian kepada kita bahwa jika orang mundur dari iman dan hidup dalam kubangan dosa itu merupakan pemisahan dari kasih, persekutuan, bahkan kekuasaan Allah. Hal ini mengakibatkan orang tersebut mengalami keadaan yang terpuruk. Kekecewaan, kesedihan, bahkan keadaan yang memalukan. Namun Bapa kita di Surga akan tetap mengasihi kepada anak-anakNya yang dengan tulus hati mau dating kembali kepada-nYa. berdasarkan Injil Lukas 15:11-24 memberikan pengertian-pengertian sebagai berikut: 1. Yesus Allah yang memberi ayat 12-> saat si bungsu minta bagian harta yang menjadi haknya, Bapa memberikannya. Harta rohani = Damai sejahtera, kebenaran, sukacita. 2. Yesus menerima kita apa adanya ayat 13-17-> Anak bungsu tersebut menjual hartanya, pergi kenegri yang jauh hidup berfoya-foya dan pada akhirnya hidup melarat dan kelaparan. Dari kisah tersebut, merupakan gambaran dari orang-orang yang hidupnya dipenuhi hawa nafsu kedagingan, tidak ada kepuasan, menyukai hal-hal yang kotor/najis, hidup dalam lingkaran setan pasti tidak akan mengalami damai sejahtera, sukacita, dan kebenaran Firman Tuhan. Namun saat dia bertobat, kembali datang kepada Bapa, Bapa mengasihi dia, merangkulnya, dan menciuminya. ayat 20. 3. Yesus memperlengkapi. ayat 22 Bapa tidak hanya menerima anak itu apa adanya, tetapi Bapa memperlengkapinya dengan memberikan pakaian/jubah yang baru, mengenakan cincin pada jarinya, dan sepatu pada kakinya. BAHAN SHARING: 1. Berdasarkan artikel di atas berkat apakah yang saudara dapat? bagikan!.
GBI Ponorogo
KESUKSESAN DALAM TERANG SABDA ALLAH Keberhasilan/kesuksesan diidamkan oleh setiap orang, dalam tiap bidang kehidupan sepertu ekonomi, pelayanan, rumah tangga, kepemimpinan dan lain sebagainya. Namun tidak perlu diragukan bahwa apa yang dikatakan Alkitab adalah jaminan untuk menggapai keberhasilan tersebut. Bila kita menggali Alkitab dan ayat-ayat tentang kesuksesan maka kita menemukan kesuksesan itu berkaitan erat dengan: 1. PENGERTIAN . Untuk bisa sukses, perumpamaan penabur dalam Matius 13:23 memberikan penjelasan bahwa kita perlu benar-benar memahami maksud Tuhan lewat perumpamaan itu. yang mengerti akan berbuah 100, 60, dan 30 kali ganda. Untuk mengerti di perlukan penyelidikan yang seksama, lewat bimbingan orang lain, terjemahan alkitab yang lain dan tentunya pencerahan dari Roh Kudus maha guru itu. 2. PERKATAAN dan PERENUNGAN Yosua 1:8 berkata, “ Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis didalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung “. Memperkatakan firman Tuhan membuat telinga kita mendengar sehingga tumbuhlah iman. Dengan hati kita percaya, dengan mulut mengaku maka kita diselamatkan ( Roma 10:10 ). Bandingkan dengan percobaan seorang ilmuwan Jepang bernama Amoto terhadap air. Kata-kata yang positif terhadap air akan menghasilkan gambar yang baik lewat proses pemotretan dengan tehnik tertentu. Sebaliknya gambar yang jelek akan muncul pada saat air dalam tempat yang lain terus dibombardir dengan perkataan yang negatif. Selanjutnya, untuk memantapkan pemahaman dan mengevaluasi keberadaan kita, perenungan yang dalam perlu kita lakukan. 3. PERBUATAN. Mazmur 1:1 menjelaskan tentang praktek dalam melakukan tindakan konkrit dalam kehidupan ini. Kita perlu mendengar dan berjalan berdasarkan nasihat orang bijak. Kita tidak boleh berdiri dan mencontoh orang-orang yang berjalan kearah yang salah. Kita perlu bersekutu/ duduk dalam persekutuan orang-orang benar, bukan pencemooh. Bila ketiga hal tersebut digabungkan hasilnya akan menjadi sangat dahsyat. BAHAN SHARING: 1. Bagikan pengalaman kita dalam memahami ayat-ayat Firman Tuhan. 2. Dalam kehidupan yang rumit seperti sekarang ini dengan adanya banyak tantangan, bagaimanakah cara kita mendapatkan nasihat, menolak contoh yang jelek dan masuk dalam berbagai komunitas yang baik.
GBI Ponorogo
“DI PULIHKAN OLEH DARAH YESUS” Bapak untung yang baru saja dilepaskan dari rantai yang mengikat dan pasungan di kakinya, tiba-tiba melompat dari sepeda motor yang membawanya ketempat rehabilitasi. selidik punya selidik ternyata dia melompat di depan tukang tamabal ban yang wajahnya mirip tukang jagal manusia di tahun 1965. Ibu Nety, setiap kali berpapasan dengan temannya dalam satu tempat pelatihan bersama Anto, selalu membuang muka dan meludah. Pada waktu dia ditanya dengan ketus dia membentak, “ jujur To, tiap kali aku dengar suaramu, lihat wajahmu aku jadi ingat suami yang sering menyiksaku dan kami akan segera bercerai.” Banyak kisah seperti diatas yang penyebabnya adalah trauma, dari kata “ Traumatos “ ( Yunani ) yang artinya luka dari sumber dari luar di masa lalu yang berpengaruh sampai beberapa saat kemudian, dan menimbulkan kepahitan dalam hati. Beberapa penghalangnya adalah penyesalan, rasa bersalah, mengingat-ingat terus dan pura –pura melupakan peristiwa yang terjadi. Alkitab memberikan jawaban dalam Ibrani 12 : 14-15 bahwa kepahitan bisa merusak ( mencemari ) kita dan berpengaruh pada orang lain. Solusinya adalah hidup damai dengan orang lain dan hidup dalam kesucian. Dengan lebih jelas Efesus 4 : 30-32 menjelaskan bahwa kepahitan bisa di cabut seakar-akarnya dengan kuasa pengampunan seperti halnya Tuhan Yesus telah mengampuni kita. Kuasa pengampunan berdampak luar biasa dengan memahami bahwa pengakuan dosa kita kepada Allah yang adil dan setia membuat Dia sendiri mengampuni dan menyucikan kita dari semua kesalahan kita dengan DARAH-NYA yang berkuasa. Kita di pulihkan oleh kuasa Darah Yesus yang tertumpah 2000 tahun yang lampau di Kalvari. BAHAN SHARING : 1. Bagikan peristiwa traumatis yang berdampak negatip dalam kehidupan kita dan bagikan mukjizat kesembuhan yang kita terima.